.


Followers

Sabtu, 14 Agustus 2010

Al Qur'an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya

Dalam Al Qur'an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.

"... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (Qur'an Surah 39 Zumar:6)

Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu.

Ilmu kandungan menemukan bahwa janin ketika masih berada dalam kandungan dilapisi oleh tiga selaput yang melindunginya dari air yang berasal dari luar, dan dari panas serta cahaya, dan dinamakan dengan tiga kegelapan.

Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:

"Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan:
1. pre-embrionik; dua setengah minggu pertama,
2. embrionik; sampai akhir minggu ke delapan,
3. dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran."
(Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)

Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:

- Tahap Pre-embrionik
Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.

- Tahap Embrionik
Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai "embrio". Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut.

- Tahap fetus
Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai "fetus". Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.

Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.

Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur'an dengan cara yang ajaib.

Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al Qur'an pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.

Semoga ini menjadi renungan bagi semua terutama bagi mereka yang murtad hanya karena dunia.
 
http://www.facebook.com/ryaakop#!/pages/-ISLAM-TERBUKTI-BENAR-/298400792751
 

Begitu sumpekkah kehidupan ini...??, satu ibu ingin bunuh diri... seperti latah ibu yang lain pun tak mau kalah...anak-anak yang polos tak berdosa pun harus ikut merasakan getas dari tak berdayanya mereka

Turut berduka cita yang teramat dalam atas mati surinya iman
di dada, dimana kalam-kalam Mu tak lagi terbaca…wajahMu yang terhampar tak lagi
tampak di depan mata… rabun semakin menggelapkan alam semesta… dan rabun pula hati nurani
menerpa…



Begitu sumpekkah kehidupan ini...??, satu ibu ingin bunuh
diri... seperti latah ibu yang lain pun tak mau kalah...anak-anak yang polos
tak berdosa pun harus ikut merasakan getas dari tak berdayanya mereka. Yaa
Allah… mengapa mereka lari dari realitas hidup ini… padahal rahmatMu terbentang
di depan mata…Padahal tak seberdayanya manusia… Engkau masih mempersilahkan
kami memasuki pintu sabar…dan didalamnya pertolonganMu memenuhi langit dan
bumi…sisi –sisi alam semesta…



Persoalan hidup tak sedikitpun terhenti barang sejenak,
walau sekedar meneguk cawan anggur di sore hari…tidak, tarikan nafas adalah
ujian…hanya malaikat saja yang tak menjawab
lembar ujian… dan kita bukan malaikat
yang mampu berpindah dari dimensi ke dimensi yang lain… kita adalah
manusia tanpa sayap pada ilalang yang gersang…





Pada saat air mata meruntuhkan sendi-sendi bumi, siapakah
yang mendengar jeritan hati ibu, perempuan yang lemah ketika ia meratap…?,
ratapan sunyi dan tak berdaya, didera papah dan kemiskinan…siapakah yang dapat
menahan rasa sakitnya, siapakah yang dapat memahami jeritnya, siapakah yang
dapat membuatnya keluar dari himpitan
kalbu did era bisikan dan waswisu…semua seolah berlari mengejar hawa nafsunya…Hawa
nafsu yang tidak memilki mata, telinga dan nurani…




Bukan tak memahami jeritan batinmu, yang seolah merontokkan dedaunan, bagaikan awan mendung yang berarak siap menghujani kita air mata luka derita, duhai ibu… pasar sungguh tak lagi ramah…harga sembako yang melonjak
tajam, susu anak tak terbeli, sekolah tak lagi menjanjikan masa depan,
memaksamu berhutang sana
sini…rentenir mencekik asamu…dan yang paling memilkukan…engkaupun dipaksa
berbagi hati…

duuhhh !!.

Ah…mengapa tak belokkan saja harapan pada sesama kepada
Allah Yang Maha Mendengar, tempat menggantungkan semua harapan, tempat meminta
pertolongan pada saat semua pintu nurani bisu dan tuli..…di sana
… di MihrabNya…tak ada ruang yang sempit apalagi sumpek…seberapa banyak air
mata yang ingin kau tumpahkan… sebanyak itu pula cinta kan kau jelang…




Jangan berputus asa dari Rahmat Allah sebab DIA dalam firman-Nya telah
mengajari kita mengeja :



”Cukuplah Allah bagiku… Allah sebaik-baik penolong”.





Salam Prihatin, Untuk Indonesia Merdeka

Jumat, 13 Agustus 2010

Pikiran yang positif kita mencerna dan memecahkan masalah

Setiap orang entah saya atau bahkan sahabat sekalian pasti pernah mendapatkan suatu masalah. baik masalah dengan sesama teman,atau masalah dengan keluarga .
 
Ketika kita mendapatkan suatu masalah, pikiran kita menjadi ruwet, mudah marah, mudah tersinggung, ingin menangis (saya sendiri), dan terkadang kita berprasangka bahwa Allah tak sayang kepada kita. sebenarnya,kalau kita memahami bahwa tiap manusia hidup di dunia pun tak luput dari suatu masalah. 
 
Hal utama yang harus kita lakukan ketika masalah melanda kita adalah tetap ber-husnudzon kepada-Nya, bahwa ALLAH SWT sedang menguji kita, seberapa besar batas kesabaran kita dalam menerima masalah/ujian tersebut. kalau kita bersabar ketika mendapat masalah, dengan pikiran yang positif kita mencerna dan memecahkan masalah yang kita hadapi, InsyaAllah masalah/ujian tersebut akan terlewati dan terasa ringan.

Sabar dan ikhlas adalah kunci utama dalam menghadapi masalah/ujian yang ditimpakan kepada kita. dengan Sabar dan ikhlas pula semua ujian tersebut akan terasa ringan bila kita mampu menerapkannya.

Ya Robbul Izzati...berikanlah kami kekuatan dalam menerima ujian-ujian dari-Mu, semoga kami termasuk hamba-hambaMu yang ikhlas dalam menerima ujian dari-Mu...
Aminnnn